Banyak sekali dampak
positif yang bisa diperoleh dari solat
Teraweh. Bahkan Rasulullah saw. pun mewajibkan keluarganya untuk solat Teraweh
di masjid sepanjang bulan Ramadlan. Apalagi di malam-malam sepuluh terakhir Ramadlan.
Semua anggota keluarganya digiring ke dalam masjid semalam suntuk sekaligus ber
i’tikaf di dalamnya. Dan ini dijalaninya sampai akhir hayat beliau.
Bahkan sepeninggal beliau, tradisi solat malam ini dilanjutkan oleh keluarga
besarnya. Sehingga masjid ramai dengan jama’ah yang melakukan ibadah mahdlah.
Para sahabat Nabi saw sampai
generasi Abu Bakar pun mentradisikan hal ini. Baru kemudian di zaman Umar bin
al-Khattab lah kegiatan solat Teraweh diseragamkan. Dengan alasan kemaslahatan
bersama, khususnya para jama’ah yang antusias solat di masjid. Umar sebagai
Khalifah dan (Pemimpin umat Islam) memberdayakan Ubay bin Ka’ab (salah
satu ‘Ulama ahli Al-Qur’an pada zaman itu).




