Tidak ada seorang pun manusia di
muka bumi ini yang mengharapkan kepedihan.
Artinya kita semua pasti berharap kebahagiaan. Baik kebahagiaan jangka
pendek maupun jangka panjang. Inginnya di dunia bisa senang dan enjoy dan di
akhirat juga bahagia masuk surga. Dan seperti itulah Rasulullah saw
mengajarkannya.
Ramadlan dikatakan sebagai bulan
berkah dan bulan maghfirah. Dikatakan berkah karena dilipat gandakannya pahala.
Disebut bulan maghfirah karena Allah siap menerima ampunan dari semua hamba
yang bertaubat. Bahkan janji Rasul saw. bahwa jarak antara Ramadlan yang lalu
dengan Ramadlan sekarang (berdurasi 11 bulan) merupakan ampunan bagi setiap
insan yang mengisi Ramadlan dengan Ibadah wajib maupun sunat. Bayangkan waktu
satu bulan bisa menandingi waktu sebelas bulan. Ini adalah semata-mata kasih
sayang Allah swt terhadap hambanya yang ta’at.
Persoalannya adalah “mampukah
kita memanfa’atkan momentum yang baik ini dengan benar?”.




