Tradisi
adalah adat kebiasaan yang turun menurun dijalankan di tengah-tengah
masyarakat. Dalam pandangan Islam, tradisi itu ada yang baik/mulia (al-‘Urf al
Shahih) dan ada yang buruk (al’Urf al-fasid). Kegiatan tahunan seperti larung
laut, membuat sesajen yang digantung di tiang pelampang pada waktu hajatan,
injak telur ayam oleh penganten pria pada saat temu penganten putri, memakai kerudung
berdua saat menjelang dan sedang ijab qabul, adalah termasuk tradisi buruk.
Sedangkan tradisi memperingati Maulid nabi, membaca al-Qur’an atau Tahlilan
pada saat kematian, istighotsah (do’a mohon pertolongan Allah) pada saat
dilanda bencana, selamatan (mengundang tetangga untuk makan-makan), adalah
termasuk tradisi baik.
Pesantren digolongkan sebagai komunitas tradisional,
karena Pesantren berpegang teguh pada tradisi. Banyak tradisi di dalam
kehidupan Pesantren yang hingga hari ini menjadi kegiatan pokok. Dan pada
umumnya Pesantren di Indonesia masih kental dengan tradisi-tradisi yang hampir
sama dengan tradisi di masyarakat. Karena memang Pesantren tumbuh dari
masyarakat. Seperti kegiatan baca Rawi (Riwayat/sejarah Nabi saw.) atau Maulid
Diba’, Barzanji, Syaroful Anam, dll, Baca Yasin dan tahlil setiap malam Jum’at,
pakai gamis atau baju koko putih bila solat Jum’at, Sholawatan (do’a dan
puji-pujian untuk Nabi saw), Wiridan, dll.
Read More..