Pagi itu pelajaran menggambar dimulai. Anak-anak di kelas satu B sedang asyik dengan buku gambarnya masing-masing. Mereka antusias mengerjakan tugas dari Bu Guru. Tugas menggambar “apa saja” yang mereka senangi.
"Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh., semoga blog ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang sudah mampir., sebelum melanjutkan tekan ctrl+d untuk mem-Bookmark page ini. Trims. Wassalam."
Sabtu, 09 April 2011
Menggambar Kelinci Kalkun
Sabtu, 02 April 2011
Berburu Semut
Seperti kebiasaan anak kampung pada umumnya. Hidup bersama alam adalah hal biasa. Akrab dengan lingkungannya pun tak usah diajarkan. Semuanya berjalan alami. Demikian juga Selfina, Si gadis kecil berambut lurus sebahu. Sehari-harinya bermain-main dengan benda yang ada di sekitarnya. Tidak pernah terpikir untuk membeli alat-alat permainan pabrikan, seperti puzzle, boneka Barbi atau lainnya. Tapi ia cukup puas dengan kayu, kadang batu, kadang pecahan genting, bahkan tanah liat pun bisa jadi boneka.
Sabtu, 26 Maret 2011
Tongkat Komando
Sudah hampir sebulan anak-anak santri yang tergabung dalam Pramuka disuruh latihan. Lapangan basket, lapangan futsal dan lapangan bulu tangkis semua terpakai untuk latihan Pramuka. Bahkan di kebun-kebun-pun ada yang latihan juga. Dan hampir setiap latihan dipantau oleh Pak Kiai secara langsung. Di samping mengawasi, mengontrol juga ingin melihat langsung keseriusan anak-anak Pramuka dalam latihan.
Sesekali Pak Kiai menghampiri para peserta latihan sambil mengucapkan :”Latihan yang bagus ya.” Dan anak-anak pun semakin serius berlatih. Terlebih jika dipuk-puk pundaknya oleh Pak Kiai ketika memberi semangat pada mereka.
Sabtu, 19 Maret 2011
Si Penggembala yang Beruntung
Siang itu di sebuah Kantor Polisi terjadi keributan. Datanglah dua orang yang berebut seekor kambing. Tidak ada yang mengalah. Kedua-duanya mengaku bahwa kambing itu adalah miliknya.
Polisi : “Ada apa ini, ribut-ribut ?” Polisi yang bertugas siang itu bertanya kepada keduanya.
Pencuri : “Ini Pak polisi. Ini adalah kambing saya.” Katanya sambil memegangi tali kambingnya.
Pemilik : “Bohong, Pak Polisi. Itu kambing saya.” Kata si Pemilik kambing yang asli yang sudah menggembalakan sejak masih kecil dengan tenang.
Sabtu, 12 Maret 2011
Potong Ayam
Telah dikisahkan : Konon di sebuah Pesantren Salaf (tradisional) yang letaknya di dusun yang jauh dari keramaian. Bahkan posisinya di lereng gunung, di balik pepohonan nan menghijau. Tinggal ribuan santri di kobong-kobong yang didirikan oleh seorang Kiai yang terkenal alim dan waro’ di daerahnya. Tak begitu lama dari pendiriannya sudah dikenal di seantero wilayah. Santrinya datang dari mana-mana. Laki-laki dan perempuan.
Langganan:
Postingan (Atom)




