Seperti diketahui dalam sejarah Islam Indonesia bahwa penyebar utama ajaran Islam di bumi Indonesia adalah para Masya yih dan para Wali , khususnya Wali Songo (Sembilan). Mereka itu dikenal dengan penganut Ahlus Sunnah wal Jama’ah yang arif dan konsisten (teguh pendirian). Sehingga mendakwahkan Islam dengan moderat, kearifan, dan mereka lakukan dengan tadrij/bertahap atau evolusi bukan revolusi. Hasilnya, Islam di Indonesia menjadi agama yang merakyat, dianut oleh banyak orang tanpa melakukan pemaksaan kehendak, apa lagi pertumpahan darah. Islam dibawa dengan damai (Rahmatan lil ‘Alamien).
Para Wali dan Ulama berdakwah di Indonesia tidak dengan menghancurkan candi-candi orang Hindu/Budha atau menghancurkan patung serta berhala, tapi dengan cara akulturasi. Pembauran budaya dan tradisi. Dan Tradisi lama yang tidak sesuai dengan Islam diberantas dengan bertahap, sedangkan tradisi yang tidak bertentangan dengan Islam dibiarkan terus keberadaannya dan diberi nafas Islam.

